Doa Qunut Shalat Idul Fitri dan Idul Adha
Shalat Idul Fitri dan Idul Adha dikerjakan dua rakaat, dan yang membedakannya dari shalat harian adalah takbir-takbir tambahan yang masing-masing diikuti qunut. Doa berikut adalah doa yang dianjurkan dibaca pada setiap qunut itu — pada kedua rakaat, dan pada kedua hari raya.
Dalam Mafatih Al Jinan disebutkan urutannya: pada rakaat pertama dibaca Al Fatihah dan surah Al A'la, lalu bertakbir lima kali dan berqunut setelah setiap takbir; kemudian takbir keenam, rukuk dan sujud. Pada rakaat kedua dibaca Al Fatihah dan surah Asy Syams, lalu bertakbir empat kali dan berqunut setelah setiap takbir; kemudian takbir kelima, rukuk, dan shalat disempurnakan. Setelah salam dibaca Tasbih Az Zahra a.s.
Perlu dicatat bahwa jumlah takbir dan qunut berbeda menurut sebagian marja. Yang disebutkan di atas adalah urutan sebagaimana tercantum dalam Mafatih Al Jinan; pembaca hendaknya merujuk risalah marja masing-masing.
Qunut sendiri tidak terikat pada satu lafal — doa apa pun mencukupi. Doa di bawah ini adalah yang dianjurkan, dan isinya sepadan dengan kedudukan itu: ia tidak meminta satu pun keperluan dunia. Yang diminta hanyalah tempat. Pembacanya memohon dimasukkan ke dalam setiap kebaikan yang di dalamnya Allah menempatkan Muhammad SAAW dan keluarganya, dan dikeluarkan dari setiap keburukan yang darinya mereka dikeluarkan. Permintaan itu bukan tentang apa yang hendak diperoleh, melainkan tentang bersama siapa seseorang hendak berdiri.
Perhatikan pula pembukaannya. Doa ini memohon dengan hak hari ini — hari raya itu sendiri dijadikan perantara, karena hari itu Allah jadikan bukan hanya sebagai perayaan bagi kaum muslimin, melainkan juga sebagai simpanan dan kemuliaan bagi Rasulullah SAAW.
Seruan kepada Pemilik Kebesaran
اللَّهُمَّ أهلَ الكَبرياءِ وَالعَظَمَةِ، وَأهلَ الجودِ وَالجَبَروتِ، وَأهلَ العَفوِ وَالرَّحمَةِ، وَأهلَ التَّقوى وَالمَغفِرَةِ،
Allâhumma ahlal kibriyâ’i wal ‘azhamah
wa ahlal jûdi wal jabarût
wa ahlal ‘afwi war rahmah
wa ahlat taqwâ wal maghfirah
Ya Allah, pemilik kebesaran dan keagungan
pemilik kedermawanan dan keperkasaan
pemilik ampunan dan rahmat
pemilik ketakwaan dan pengampunan
Permohonan dengan hak hari raya
أسألُكَ بِحَقِّ هذا اليَومِ الَّذي جَعَلتَهُ لِلمُسلِمينَ عيداً، وَلِمُحَمَّدٍ (صلى الله عليه وآله) ذُخراً وَشَرَفَاً وَمَزيداً،
as’aluka bihaqqi hâdzal yawmil ladzî ja‘altahu lil muslimîna ‘îdâ
wa li muhammadin shallallâhu ‘alayhi wa âlihi
dzukhran wa syarafan wa mazîdâ
Aku memohon kepada-Mu dengan hak hari ini, yang Engkau jadikan sebagai hari raya bagi kaum muslimin
dan Engkau jadikan bagi Muhammad — semoga Allah bershalawat atasnya dan atas keluarganya —
sebagai simpanan, kemuliaan dan tambahan karunia
Shalawat kepada Muhammad dan keluarganya
أن تُصَلّيَ عَلى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمّدٍ،
an tushalliya ‘alâ muhammadin wa âli muhammad
agar Engkau bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad
Dimasukkan ke dalam kebaikan, dikeluarkan dari keburukan
وَأن تُدخِلَني في كُلِّ خَيرٍ أدخَلتَ فيهِ مُحَمَّداً وَآلَ مُحَمَّدٍ، وَأن تُخرِجَني مِن كُلِّ سوءٍ أخرَجتَ مِنهُ مُحَمَّداً وَآلَ مُحَمَّدٍ صَلَواتُكَ عَلَيهِ وَعَلَيهِم.
wa an tudkhilanî fî kulli khayrin adkhalta fîhi muhammadan wa âla muhammad
wa an tukhrijanî min kulli sû’in akhrajta minhu muhammadan wa âla muhammad
shalawâtuka ‘alayhi wa ‘alayhim
dan agar Engkau memasukkan aku ke dalam setiap kebaikan yang Engkau masukkan Muhammad dan keluarga Muhammad ke dalamnya
dan mengeluarkan aku dari setiap keburukan yang Engkau keluarkan Muhammad dan keluarga Muhammad darinya
semoga shalawat-Mu tercurah atasnya dan atas mereka
Memohon dengan permohonan hamba-hamba yang saleh
اللَّهُمَّ إنّي أسألُكَ خَيرَ ما سألَكَ مِنهُ عِبادُكَ الصَّالِحونَ، وَأعوذُ بِكَ فيهِ مِمّا استَعاذَ مِنهُ عِبادُكَ الصَّالِحونَ.
Allâhumma innî as’aluka khayra mâ sa’alaka minhu ‘ibâdukash shâlihûn
wa a‘ûdzu bika fîhi mimmâ sta‘âdza minhu ‘ibâdukash shâlihûn
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohonkan kepada-Mu oleh hamba-hamba-Mu yang saleh
dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang hamba-hamba-Mu yang saleh berlindung kepada-Mu darinya
=====
(1) Teks Arab pada halaman ini diambil dari Mafatih Al Jinan sebagaimana dimuat pada Syabakah As Siraj (https://alseraj.net/مفاتيح_الجنان/صلاة-عيد-الفطر/), disalin apa adanya termasuk cara penulisan harakatnya. Urutan pelaksanaan shalat Id pada pengantar di atas juga berasal dari halaman yang sama.
(2) Naskah yang menjadi dasar penyusunan halaman ini memuat riwayat yang sedikit berbeda: terdapat tambahan wa karâmatan pada rangkaian dzukhran wa syarafan, dan penutupnya berbunyi ‘ibâdukal mukhlishûn (hamba-hamba-Mu yang ikhlas), bukan ash shâlihûn. Perbedaan semacam ini lazim dijumpai antar naskah doa. Teks Mafatih Al Jinan yang dipakai di sini karena teks Arab pada naskah tersebut tidak dapat disalin secara utuh, sehingga tidak dijadikan sumber teks Arab.
(3) Terjemahan bahasa Indonesia disusun dari naskah tersebut dengan penyesuaian pada bagian yang perlu diluruskan: ja‘altahu lil muslimîna ‘îdâ berarti hari itu Engkau jadikan sebagai hari raya bagi kaum muslimin, bukan hari yang dijadikan oleh kaum muslimin.
(4) Transliterasi disusun dari teks Arab di atas dengan cara penulisan yang sama seperti pada halaman Doa Al Ahd di arsip ini.
(5) Susunan bahasa Indonesia dan pilihan naskah pada halaman ini masih terbuka untuk diverifikasi oleh yang berkompeten.