Doa Al Ahd
Doa Al Ahd — doa perjanjian — adalah doa yang diriwayatkan dari Imam Ja'far Ash Shadiq a.s., dibaca pada waktu pagi sebagai pembaruan baiat kepada Imam Al Mahdi a.s. Isinya bukan permintaan atas keperluan dunia, melainkan pernyataan berpihak: pembacanya menegaskan kembali ikatan yang ia akui berada di lehernya, lalu memohon agar dijadikan bagian dari mereka yang menolong sang Imam ketika ia tampak.
Dalam riwayat yang disebutkan dalam Bihar Al Anwar 53/97 disebutkan bahwa siapa yang membaca doa ini selama empat puluh pagi, ia akan dikelompokkan sebagai pembela Al Qa'im a.s.; dan bila ia wafat sebelum kemunculan beliau, Allah akan mengeluarkannya dari kuburnya untuk menyertai.
Bagian yang paling menonjol dari doa ini justru terletak pada permintaan yang tidak lazim: bila kematian datang lebih dahulu, pembacanya memohon dikeluarkan dari kubur — berselimut kafan, dengan pedang terhunus — untuk memenuhi seruan. Baiat yang diperbarui setiap pagi itu, menurut doa ini, tidak dibatasi oleh ajal.
Doa ini pula yang disebut dalam pembahasan Lailatul Qadr di arsip ini, sebagai doa yang dianjurkan dibaca pada malam tersebut.
Seruan kepada Allah
اَللَّهُمَّ رَبَّ ٱلنُّورِ ٱلْعَظِيمِ
وَرَبَّ ٱلْكُرْسِيِّ ٱلرَّفِيعِ
وَرَبَّ ٱلْبَحْرِ ٱلْمَسْجُورِ
وَمُنْزِلَ ٱلتَّوْرَاةِ وَٱلإِنْجِيلِ وَٱلزَّبُورِ
وَرَبَّ ٱلظِّلِّ وَٱلْحَرُورِ
وَمُنْزِلَ ٱلْقُرْآنِ ٱلْعَظِيمِ
وَرَبَّ ٱلْمَلاَئِكَةِ ٱلْمُقَرَّبِينَ
وَٱلأَنْبِيَاءِ وَٱلْمُرْسَلِينَ
Allâhumma rabban nûril ‘azhîm
wa rabbal kursiyyir rafî‘
wa rabbal bahril masjûr
wa munzilat tawrâti wal injîli waz zabûr
wa rabbazh zhilli wal harûr
wa munzilal qur’ânil ‘azhîm
wa rabbal malâ’ikatil muqarrabîn
wal anbiyâ’i wal mursalîn
Ya Allah, Tuhan pemilik cahaya yang agung
Tuhan pemilik kursi yang tinggi
Tuhan pemilik lautan yang bergelora
Yang menurunkan Taurat, Injil dan Zabur
Tuhan pemilik naungan dan terik
Yang menurunkan Al Qur’an yang agung
Tuhan para malaikat yang didekatkan
serta para nabi dan para rasul
Permohonan dengan nama-nama-Nya
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِٱسْمِكَ ٱلْكَرِيـمِ
وَبِنُورِ وَجْهِكَ ٱلْمُنِيرِ
وَمُلْكِكَ ٱلْقَدِيمِ
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
أَسْأَلُكَ بِٱسْمِكَ ٱلَّذِي أَشْرَقَتْ بِهِ ٱلسَّمَاوَاتُ وَٱلأَرَضُونَ
وَبِٱسْمِكَ ٱلَّذِي يَصْلَحُ بِهِ ٱلأَوَّلُونَ وَٱلآخِرُونَ
يَا حَيّاً قَبْلَ كُلِّ حَيٍّ
وَيَا حَيّاً بَعْدَ كُلِّ حَيٍّ
وَيَا حَيّاً حِينَ لا حَيُّ
يَا مُحْيِيَ ٱلْمَوْتَىٰ وَمُمِيتَ ٱلأَحْيَاءِ
يَا حَيُّ لا إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allâhumma innî as’aluka bismikal karîm
wa binûri wajhikal munîr
wa mulkikal qadîm
yâ hayyu yâ qayyûm
as’aluka bismikal ladzî asyraqat bihis samâwâtu wal aradhûn
wa bismikal ladzî yashluhu bihil awwalûna wal âkhirûn
yâ hayyan qabla kulli hayy
wa yâ hayyan ba‘da kulli hayy
wa yâ hayyan hîna lâ hayy
yâ muhyiyal mawtâ wa mumîtal ahyâ’
yâ hayyu lâ ilâha illâ anta
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang mulia
dengan cahaya wajah-Mu yang bersinar
dan dengan kerajaan-Mu yang azali
Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Maha Berdiri Sendiri
Aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang dengannya langit dan bumi bercahaya
dan dengan nama-Mu yang dengannya menjadi baik orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian
Wahai Yang hidup sebelum segala yang hidup
wahai Yang hidup sesudah segala yang hidup
wahai Yang hidup ketika tiada sesuatu pun yang hidup
Wahai Yang menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup
Wahai Yang Maha Hidup, tiada tuhan selain Engkau
Shalawat untuk Imam Al Mahdi a.s.
اَللَّهُمَّ بَلِّغْ مَوْلاَنَا ٱلإِمَامَ ٱلْهَادِيَ ٱلْمَهْدِيَّ ٱلْقَائِمَ بِأَمْرِكَ
صَلَوَاتُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آبَائِهِ ٱلطَّاهِرِينَ
عَنْ جَمِيعِ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ
فِي مَشَارِقِ ٱلأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا
سَهْلِهَا وَجَبَلِهَا
وَبَرِّهَا وَبَحْرِهَا
وَعَنِّي وَعَنْ وَالِدَيَّ
مِنَ ٱلصَّلَوَاتِ زِنَةَ عَرْشِ ٱللَّهِ
وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
وَمَا أَحْصَاهُ عِلْمُهُ وَأَحَاطَ بِهِ كِتَابُهُ
Allâhumma balligh mawlânal imâmal hâdiyal mahdiyyal qâ’ima bi’amrik
shalawâtullâhi ‘alayhi wa ‘alâ âbâ’ihith thâhirîn
‘an jamî‘il mu’minîna wal mu’minât
fî masyâriqil ardhi wa maghâribihâ
sahlihâ wa jabalihâ
wa barrihâ wa bahrihâ
wa ‘annî wa ‘an wâlidayya
minash shalawâti zinata ‘arsyillâh
wa midâda kalimâtih
wa mâ ahshâhu ‘ilmuhu wa ahâtha bihi kitâbuh
Ya Allah, sampaikanlah kepada maula kami, Imam yang memberi petunjuk, Al Mahdi, yang menegakkan perintah-Mu
semoga shalawat Allah tercurah atasnya dan atas leluhurnya yang suci
dari seluruh kaum mukminin dan mukminat
di timur bumi dan di baratnya
di dataran dan di pegunungannya
di darat dan di lautnya
dan dariku serta dari kedua orang tuaku
shalawat sebanyak timbangan Arsy Allah
sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya
dan sebanyak yang dihitung oleh ilmu-Nya serta diliputi oleh kitab-Nya
Memperbarui baiat
اَللَّهُمَّ إِنِّي أُجَدِّدُ لَهُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِي هٰذَا
وَمَا عِشْتُ مِنْ أَيَّامِي
عَهْداً وَعَقْداً وَبَيْعَةً لَهُ فِي عُنُقِي
لا أَحُولُ عنها وَلا أَزُولُ أَبَداً
Allâhumma innî ujaddidu lahu fî shabîhati yawmî hâdzâ
wa mâ ‘isytu min ayyâmî
‘ahdan wa ‘aqdan wa bay‘atan lahu fî ‘unuqî
lâ ahûlu ‘anhâ wa lâ azûlu abadâ
Ya Allah, sesungguhnya aku memperbarui untuknya pada pagi hariku ini
dan sepanjang hari-hari yang aku jalani
suatu perjanjian, ikatan dan baiat kepadanya yang tergantung di leherku
aku tidak akan berpaling darinya dan tidak akan meninggalkannya selamanya
Permohonan menjadi penolongnya
اَللَّهُمَّ ٱجْعَلْنِي مِنْ أَنْصَارِهِ
وَأَعْوَانِهِ وَٱلذَّابِّينَ عَنْهُ
وَٱلْمُسَارِعِينَ إِلَيْهِ فِي قَضَاءِ حَوَائِجِهِ
وَٱلْمُمْتَثِلِينَ لأَوَامِرِهِ
وَٱلْمُحَامِينَ عَنْهُ
وَٱلسَّابِقِينَ إِلَىٰ إِرَادَتِهِ
وَٱلْمُسْتَشْهَدِينَ بَيْنَ يَدَيْهِ
Allâhummaj‘alnî min anshârih
wa a‘wânihi wadz dzâbbîna ‘anh
wal musâri‘îna ilayhi fî qadhâ’i hawâ’ijih
wal mumtatsilîna li’awâmirih
wal muhâmîna ‘anh
was sâbiqîna ilâ irâdatih
wal mustasyhadîna bayna yadayh
Ya Allah, jadikanlah aku termasuk para penolongnya
para pembantunya dan orang-orang yang membelanya
yang bersegera kepadanya dalam menunaikan keperluannya
yang menaati perintah-perintahnya
yang melindunginya
yang mendahului dalam memenuhi kehendaknya
dan yang gugur syahid di hadapannya
Bila kematian mendahului
اَللَّهُمَّ إِنْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ ٱلْمَوْتُ ٱلَّذِي جَعَلْتَهُ عَلَىٰ عِبَادِكَ حَتْماً مَقْضِيّاً
فَأَخْرِجْنِي مِنْ قَبْرِي مُؤْتَزِراً كَفَنِي
شَاهِراً سَيْفِي
مُجَرِّداً قَنَاتِي
مُلَبِّياً دَعْوَةَ ٱلدَّاعِي فِي ٱلْحَاضِرِ وَٱلْبَادِي
Allâhumma in hâla baynî wa baynahul mawtul ladzî ja‘altahu ‘alâ ‘ibâdika hatman maqdhiyyâ
fa’akhrijnî min qabrî mu’taziran kafanî
syâhiran sayfî
mujarridan qanâtî
mulabbiyan da‘watad dâ‘î fil hâdhiri wal bâdî
Ya Allah, jika kematian yang Engkau tetapkan atas hamba-hamba-Mu sebagai ketentuan yang pasti menghalangi antara aku dan dia
maka keluarkanlah aku dari kuburku dengan berselimut kain kafanku
dengan pedang terhunus
dengan tombak terhunus
memenuhi seruan penyeru, baik di kota maupun di pedalaman
Permohonan melihatnya
اَللَّهُمَّ أَرِنِي ٱلطَّلْعَةَ ٱلرَّشِيدَةَ
وَٱلْغُرَّةَ ٱلْحَمِيدَةَ
وَٱكْحُلْ نَاظِرِي بِنَظْرَةٍ مِنِّي إِلَيْهِ
وَعَجِّلْ فَرَجَهُ
وَسَهِّلْ مَخْرَجَهُ
وَأَوْسِعْ مَنْهَجَهُ
وَٱسْلُكْ بِي مَحَجَّتَهُ
وَأَنْفِذْ أَمْرَهُ
وَٱشْدُدْ أَزْرَهُ
Allâhumma arinith thal‘atar rasyîdah
wal ghurratal hamîdah
wakhul nâzhirî binazhratin minnî ilayh
wa ‘ajjil farajah
wa sahhil makhrajah
wa awsi‘ manhajah
wasluk bî mahajjatah
wa anfidz amrah
wasydud azrah
Ya Allah, perlihatkanlah kepadaku wajah yang penuh petunjuk itu
dan kening yang terpuji itu
dan sejukkanlah pandanganku dengan memandang kepadanya
segerakanlah kemunculannya
mudahkanlah jalan keluarnya
lapangkanlah jalannya
tempuhkanlah aku di jalannya
laksanakanlah urusannya
dan kuatkanlah punggungnya
Permohonan bagi bumi dan hamba-Nya
وَٱعْمُرِ ٱللَّهُمَّ بِهِ بِلادَكَ
وَأَحْيِ بِهِ عِبَادَكَ
فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ ٱلْحَقُّ:
«ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِي ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ
بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي ٱلنَّاسِ.»
wa‘muril lâhumma bihi bilâdak
wa ahyi bihi ‘ibâdak
fa’innaka qulta wa qawlukal haqq
zhaharal fasâdu fil barri wal bahr
bimâ kasabat aydin nâs
Ya Allah, makmurkanlah negeri-Mu dengannya
dan hidupkanlah hamba-hamba-Mu dengannya
sebab Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah benar:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan perbuatan tangan manusia.”
Permohonan agar ia ditampakkan
فَأَظْهِرِ ٱللَّهُمَّ لَنَا وَلِيَّكَ
وَٱبْنَ بِنْتِ نَبِيِّكَ
ٱلْمُسَمَّىٰ بِٱسْمِ رَسُولِكَ
صَلَّىٰ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ
حَتَّىٰ لا يَظْفَرَ بِشَيْءٍ مِنَ ٱلْبَاطِلِ إِلاَّ مَزَّقَهُ
وَيُحِقُّ ٱلْحَقَّ وَيُحَقِّقَهُ وَٱجْعَلْهُ
ٱللَّهُمَّ مَفْزَعاً لِمَظْلُومِ عِبَادِكَ
وَنَاصِراً لِمَنْ لا يَجِدُ لَهُ نَاصِراً غَيْرَكَ
وَمُجَدِّداً لِمَا عُطِّلَ مِنْ أَحْكَامِ كِتَابِكَ
وَمُشَيِّداً لِمَا وَرَدَ مِنْ أَعْلامِ دِينِكَ وَسُنَنِ نَبِيِّكَ
صَلَّىٰ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَٱجْعَلْهُ
ٱللَّهُمَّ مِمَّنْ حَصَّنْتَهُ مِنْ بَأُسِ ٱلْمُعْتَدِينَ
fa’azhhiril lâhumma lanâ waliyyak
wabna binti nabiyyik
al musammâ bismi rasûlik
shallallâhu ‘alayhi wa âlih
hattâ lâ yazhfara bisyay’in minal bâthili illâ mazzaqah
wa yuhiqqal haqqa wa yuhaqqiqahu waj‘alh
allâhumma mafza‘an limazhlûmi ‘ibâdik
wa nâshiran liman lâ yajidu lahu nâshiran ghayrak
wa mujaddidan limâ ‘uththila min ahkâmi kitâbik
wa musyayyidan limâ warada min a‘lâmi dînika wa sunani nabiyyik
shallallâhu ‘alayhi wa âlihi waj‘alh
allâhumma mimman hashshantahu min ba’sil mu‘tadîn
Maka tampakkanlah kepada kami, ya Allah, wali-Mu
putra dari putri Nabi-Mu
yang dinamai dengan nama Rasul-Mu
semoga Allah bershalawat atasnya dan atas keluarganya
sehingga ia tidak mendapati sesuatu pun dari kebatilan kecuali menghancurkannya
dan menegakkan kebenaran serta mewujudkannya. Jadikanlah ia
ya Allah, tempat berlindung bagi hamba-hamba-Mu yang terzalimi
penolong bagi orang yang tidak menemukan penolong selain Engkau
pembaru bagi hukum-hukum kitab-Mu yang telah ditinggalkan
dan penegak bagi tanda-tanda agama-Mu serta sunnah-sunnah Nabi-Mu
semoga Allah bershalawat atasnya dan atas keluarganya. Jadikanlah ia
ya Allah, termasuk orang yang Engkau lindungi dari kekejaman orang-orang yang melampaui batas
Penutup
اَللَّهُمَّ وَسُرَّ نَبِيَّكَ مُحَمَّداً
صَلَّىٰ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وآلِهِ
بِرُؤْيَتِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ عَلَىٰ دَعْوَتِهِ
وَٱرْحَمِ ٱسْتِكَانَتَنَا بَعْدَهُ
اَللَّهُمَّ ٱكْشِفْ هٰذِهِ ٱلْغُمَّةَ عَنْ هٰذِهِ ٱلأُمَّةِ بِحُضُورِهِ
وَعَجِّلْ لَنَا ظُهُورَهُ
«إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيداً وَنَرَاهُ قَرِيباً.»
بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ ٱلرَّاحِمِينَ
الْعَجَلَ ٱلْعَجَلَ يَامَوْلايَ يَا صَاحِبَ ٱلزَّمَانِ
Allâhumma wa surra nabiyyaka muhammadâ
shallallâhu ‘alayhi wa âlih
biru’yatihi wa man tabi‘ahu ‘alâ da‘watih
warhamis tikânatanâ ba‘dah
Allâhummaksyif hâdzihil ghummata ‘an hâdzihil ummati bihudhûrih
wa ‘ajjil lanâ zhuhûrah
innahum yarawnahu ba‘îdan wa narâhu qarîbâ
birahmatika yâ arhamar râhimîn
al ‘ajala al ‘ajala yâ mawlâya yâ shâhibaz zamân
Ya Allah, gembirakanlah Nabi-Mu Muhammad
semoga Allah bershalawat atasnya dan atas keluarganya
dengan melihatnya, demikian pula orang yang mengikuti dakwahnya
dan rahmatilah kehinaan kami sepeninggalnya
Ya Allah, singkapkanlah kepedihan ini dari umat ini dengan kehadirannya
dan segerakanlah kemunculannya bagi kami
“Sesungguhnya mereka memandangnya jauh, sedang Kami memandangnya dekat.”
dengan rahmat-Mu, wahai Yang paling penyayang di antara para penyayang
Segerakanlah, segerakanlah, wahai maulaku, wahai Pemilik Zaman
=====
(1) Keutamaan doa ini dikutip dari Bihar Al Anwar 53/97 sebagaimana tercantum dalam naskah Doa Al Ahd berbahasa Indonesia yang menjadi rujukan penyusunan halaman ini.
(2) Teks Arab dan transliterasinya mengikuti naskah yang dimuat pada duas.org (https://www.duas.org/dua-ahad.html), dicocokkan dengan naskah rujukan di atas. Terjemahan bahasa Indonesia pada halaman ini disusun untuk arsip ini.
(3) Ayat yang dikutip di dalam doa adalah QS Ar-Rum (30):41 dan QS Al-Ma'arij (70):6-7.